HAKIKAT SUMBER DAYA MANUSIA
Pentingnya Hubungan Kemanusiaan
Jika
kebutuhan manusia bertemu dengan kebutuhan organisasi maka akan
terjadi perselisihan (konflik). Kegiatan-kegiatan manajerial dalam
hubungan ini disebut ”hubungan kemanusiaan”. Tujuannya adalah
menghasilkan integrasi yang cukup kokoh yang mendorong kerjasama yang
produktif dan kreatif untuk mencapai sasaran bersama.
Karena
itu semua, Manajer akan memerlukan pengetahuan dan keterampilan dalam
disiplin-disiplin pokok seperti psikolog, sosiologi, antarpologi, dan
etologi dalam mencoba memahami dan mengatasi masalah-masalah dalam
hubungan kemanusiaan.
Dengan demikian, manajer akan menimbulkan empat kekuatan utama yang
menunjukkan hubungan antara manusia, yaitu :
Hakekat Kebutuhan Manusia
Pengamatan
perilaku seseorang pemahamannya, dan usaha untuk mempengaruhinya
untuk suatu tujuan tertentu merupakan tiga hal yang berbeda. Untuk
mengerti dan mempengaruhi perilaku manusia kita perlu mengetahui
kebutuhan-kebutuhan-kebutuhannya. Kepribadian manusia tersusun dari
banyak unsur yang berhubungan sehingga menghasilkan suatu tingkat
keseimbangan tertentu menjadi nyata.
Kebutuhan manusia dibedakan menjadi 3, yaitu :
Seringkali disebut kebutuhan primer. Timbul dari
upaya untuk mempertaankan hidup (contoh : makanan, minuman, udara,
istirahat, seks, tempat berteduh, dan yang
semacam itu). Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang fundamental ini,
orang harus diyakinkan bahwa kebutuhan itu akan terus dipenuhi.
Biasa disebut kebutuhan sekunder, karena kebutuhan
itu lebih samar dan tak teraba. Setiap
orang berbeda intensitas kebutuhannya. Dalam kebutuhan ”sosial”
ini, terdapat kebutuhan-kebutuhan :
Hubungan fisik dalam manusia tidaklah cukup, tapi
memerlukan rasa “cinta dan kasih sayang”
untuk menjalani setiap hubungan dengan manusia yang lain. Selain itu
manusia juga memerlukan perasaan “diterima”, terutama di
lingkungan yang sering dijumpai. Misalnya sekolah, keluarga, teman
sebaya dan lain-lain.
Kebutuhan akan sikap masyarakat yang menerima dan
menyetujui kepribadian seseorang juga tercermin
dalam faktor-faktor seperti gaya, model, mode, tradisi, adat istiadat
dan kode etik.
c.Egoistik
Kebutuhan egoistik berasal dari kebutuhan untuk
memandang ego atau diri sendiri dalam suatu
cara tertentu. Diantara kebutuhan-kebutuhan egoistik yang dapat
ditemukan adalah sebagai berikut :
Penghargaan
Kekuasaan
Kebebasan
Prestasi
Beberapa kebutuhan tidak dapat dipenuhi dengan
cara apa pun oleh seseorang, ketegangan-ketegangan tidak berkurang,
dan hasilnya disebut ”frustasi”. Frustasi sering dikenali dari
jenis-jenis sifat dan perilaku tertentu, yaitu agresi, regresi,
fiksasi, dan pengunduran diri.
Agresi
terjadi jika orang itu sedang mencoba untuk menyelesaikan sesuatu
yang tidak bisa diselesaikannya. Regresi
adalah suatu jenis perilaku yang terlihat jika orang itu kembali
kepada tindakan-tindakan yang tidak dewasa, seperti mengeluh,
merengek-rengek agar mendapat bantuan untuk mengurangi frustasinya,
tetapi perilaku ini dapat merugikan teman-temannya. Fiksasi
adalah suatu usaha untuk memenuhi suatu kebutuhan dengan cara yang
telah terbukti tidak bermanfaat. Pengunduran
diri adalah menyangkut penyerahan
total.
Kebutuhan Untuk Mengerti ”Mengapa”
Semua manajer perlu memahami perilaku para bawahan
mereka agar dapat memberikan dasar bagi
disipliner. Walaupun sangat rumit, namun barangkali satu generalisasi
yang paling berguna adalah dengan mengakui bahwa semua perilaku
mempunyai dasar.
Dalam penelitian yang berhubungan dengan teori atribusi (attribution
theory), temuan-temuan seperti berikut :
Makin besar empati seorang manajer pada bawahan, makin cenderung
manajer tersebut menyalahkan keadaan, jika hasil yang tidak
diinginkan diperoleh.
Makin tidak tepat tindakan bawahan, makin cenderung manajer
menyalahkan pelakunya (bawahan).
Manajer seringkali mengambil gampangnya saja.
Dibanding capek-capek menyelidiki sebuah situasi, anggap saja itu
tanggung jawab bawahan.
Jika tindakan-tindakan bawahan menghasilkan keberhasilan, para
manajer akan cenderung untuk mendapatkan penghargaan sebagai
suatu pengaruh penting dalam situasi itu.
Makin serius kegagalan itu, makin besar
tanggung jawab itu dihubungkan dengan
bawahan.
Tindakan-tindakan yang berhasil oleh
para bawahan yang disenangi oleh manajer pada umunya duhubungkan
dengan bawahan.
Para manajer cenderung menggunakan perilaku mereka sendiri
sebagai dasar untuk mempertimbangkan apakah perilaku bawahan itu
normal atau tidak.
Model-model Manusia (Ahli Psikologi)
”Ceritakan kepada saya pandangan utama anda
tentang manusia, dan saya akan menceritakan kepada anda bagaimana
anda akan mengelolanya”.
Pernyataan itu mengimplikasikan bahwa para manajer benar-benar
mengembangkan dan menggunakannya ”model dasar manusia” dalam
pendekatan umum mereka terhadap bawahan. Hal itu juga
mengimplikasikan bahwa ada banyak model manusia, bukan hanya satu
yang diterima oleh semua orang.
Hal yang diutarakan oleh Abraham Maslow
adalah model manusia yang paling luas diterima. Dia menyarankan,
urutan prioritas kebutuhan-kebutuhan dasar sebagai berikut :
Hirarki kebutuhan Maslow itu walaupun
diplubikasikan dan diterima secara luas
oleh para ahli teori dan juga praktisi, pada dasarnya adalah suatu
konsepsi teoritis yang berasal dari percobaan untuk memadukan banyak
penelitian psikologis.
Gregor
Ahli-ahli filsafat telah lama terpesona dan
bingung sehubungan dengan kontradiksi dan
hakikat rangkap dalam diri manusia. Manusia jelas bisa bersikap
lembut, simpati, dan cinta, tetapi sekaligus bisa memiliki
kecenderungan untuk bersikap kejam, tidak berperasaan, benci dan
agresi yang jahat.
Teori ”X” :
Rata-rata manusia tidak menyukai kerja dan akan menghindarinya
jika mungkin
Karena sifat manusia yang tidak menyukai kerja, sebagian besar
orang harus dipaksa, dikendalikan, diarahkan, dan diancam dengan
hukuman
Rata-rata manusia lebih senang dipimpin, ingin
menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang relatif kecil
dan menginginkan keamanan di atas
segalanya.
Teori ”Y” :
Bekerja, bermain, atau beristirahat sama-sama menuntut pengerahan
tenaga fisik dan mental. Karena itu wajar apabila pekerjaan mendapat
porsi lebih penting.
Orang
akan melakukan pengerahan diri dan pengendalian diri dalam tugas
untuk mencapai sasaran yang menjadi
keikatan mereka.
Keikatan kepada sasaran adalah suatu fungsi dari ganjaran yang
dihubungkan dengan prestasi.
Rata-rata
manusia belajar dalam kondisi yang tepat, tidak hanya untuk menerima
tetapi juga tanggung jawab.
Kemampuan
menggunakan tingkat imajinasi, kecerdikan, dan kreatifitas yang
relatif tinggi dalam pemecahan
masalah-masalah organisasi tersebar luas di antara semua penduduk.
Dalam
kondisi kehidupan industri modern, potensi-potensi intelektual dari
rata-rata umat manusia itu hanya sebagian
yang digunakan.
Jika kita menerima model manusia menurut McGregor,
maka praktek-praktek manajerial seperti yang berikut akan
dipertimbangkan secara serius :
Peniadaan jam pencatat kehairan pegawai
Waktu luwes (flexi time)
Pemerkayaan pekerjaan (job enrichment)
Manajemen
berdasarkan sasaran dimana para bawahan menentukan sasaran dan
menilai penyelesaian mereka sendiri.
Pengambilan
keputusan yuang partisipatif dan demokratis sehubungan dengan
lingkungan umum organisasi.
Semuanya didasarkan pada konsep-konsep kemampuan
yang tersebar luas dalam populasi dan kepercayaan
terhadap setiap orang untuk perilaku dengan cara bertanggung jawab.
Agyris
Agyris mengusulkan beberapa dimensi kedewasaan di
mana orang akan berkembang untuk mencapai
kesehatan mental yang baik. Pada awal rangkaian ini, yaitu pada saat
proses pendewasaan baru dimulai ada tujuh sifat, yakni :
Pasif
Tergantung
Tidak sadar diri
Bersifat lebih rendah
Mempunyai perspektif waktu yang pendek
Mempunyai berperilaku hanya dalam beberapa cara
Dipihak lain gerak menuju kedewasaan akan
menimbulkan perilaku yang ditandai dengan
meningkatnya kegiatan, kebeasan, kesadaran akan dan pengendalian atas
diri sendiri, cita-cita untuk menduduki posisi yang sama atau lebih
tinggi, perspektif jangka panjang, pengembangan minat yang lebih
dalam, dan kemampuan untuk berperilaku dalam banyak cara untuk
memuaskan kebutuhan.
Herzberg
Hezberg mengusulkan bahwa manusia itu mempunyai
dua kebutuhan dasar, yaitu :
Kebutuhan untuk menghindari rasa sakit
Kebutuhan untuk tetap hidup serba kebutuhan untuk tumbuh,
berkembang, dan belajar.
Karena analisi atas kepuasan kerja karyawan akan
menghasilkan pembentukan dua rangkaian kesatuan (continuum)
yang terpisah, buka satu kepuasan/ketidakpuasan yang tradisional.
Yang pertama adalah berkisar ketidakpuasan sampai tidak adanya
ketidakpuasan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan di mana
karyawan mempunyai pengaruh yang terbatas. Dan yang kedua disebut
sebagai motivator, membentuk suatu rangkaiankesatuan yang mulai
bergerak dari tidak adanya kepuasan kerja sampai kepada kepuasan.
Teori Herzberg mirip dengan hirarki maslow jika
faktor-faktor higienis kita hubungkan dengan kebutuhan-kebutuhan
fisiologis, keamanan, dan sosial yang mempunyai prioritas yang lebih
tinggi, sementara motivator kita padankan dengan kebutuhan akan
penghargaan, ego, dan perwujudan diri. Hirarki Maslow mengusulkan
suatu suatu rangkaian kesatuan, bukan rangkaian kebutuhan yang
diraakan yang terputus-putus, sementara teori Herzberg tidak akan
memerlukan faktor higienis untuk disediakan sebagai suatu prasyarat
bagi kepuasan kerja. Ada kesepakatan yang tersebar luas bahwa
kepuasan akan menjadi lebih tinggi jika faktor-fkator motivasional
dan higienis sama-sama ditangani dengan baik. Juga ada bukti bahwa
jika kedua-duanya cukup dipenuhi dengan baik oleh organisasi,
motivator akan merupakan sumber kepuasan yang lebih kuat.
Model-model Manusia (Ahli Etologi)
Semua model dari keempat ahli psikologi organisasi
di atas mempunyai satu persamaan : kemampuan manusia yang tidak
terbatas untuk belajar, tumbuh dan berprestasi. Itu merupakan suatu
model manusia yang sangat menarik bagi ego manusia.
Menurut tesis Ardrey mengatakan bahwa manusia
dengan banyak binatang sama-sama memiliki
suatu perilaku yang dibawa sejak lahir yang membimbing mereka untuk
membentuk suatu daerah atau lingkungan yang menjadi milik mereka dan
akan mempertahankannya terhadap para penyerang.
Dari bertahan, mereka mengembangkan agresi yang
lunak, yaitu tindakan-tindakan agresif
terhadap para pendatang yang dapat menyesuaikan diri secara biologis
secara turun-temurun.
Pada binatang dan instektisida yang lebih rendah,
pola-pola perilaku yang dibawa lahir ini
yang diwariskan secara genetis pada umunya disebut sebagai “instink”.
Instink dapat bervariasi mulai dari program perilaku yang sepenuhnya
tertutup, seperti dalam hal semut dan lebah, sampai kepada program
perilaku yang cukup terbuka yang memerlukancukup banyak belajar
sesudah lahir.
Ashley Montagu berpendapat bahwa “ bukan hakikat
manusia, tetapi lingkunganlah yang menyebabkan agresi manusia”.
Para pelopor etologi, telah mengusulkan lima kemungkinan instink
manusia yang diteruskan secara genetis :
Reproduksi
Rasa lapar
Takut
Agresi
Kerapian
Kefalas & Suojanen menyarankan ini diingat dalam ”5F”, yaitu
:
Reproduksi (flirting)
Pemberian makanan (feeding)
Lari (flight)
Perkelahian (fighting)
Perasaan (feeling)
Manusia dan Budaya
Perbedaan Budaya Mempengaruhi Sifat Manusia
Seperti
yang ditekankan dalam semua model manusia yang terdahulu, perilaku
manusia itu juga sangat dipengaruhi oleh
budaya yang meliputi kehidupan mereka. Kebudayaan tersusun dari
unsur-unsur kehidupan yang diciptakan manusia oleh manusia (adat
istiadat, kepercayaan, kebiasaan, norma-norma, dan hukum). Kebudayaan
sebagian timbul dari kebutuhan akan keamanan karena kebudayaan
merupakan perilaku yang dibakukan dan dijadikan kebiasaan yang
berubah dengan lambat dan mempunyai stabilitas yang besar. Berbagai
jenis perilaku yang mungkin mengejar pemuasan kebutuhan itu dibatasi
oleh budaya masyarakat.
Sehubungan
dengan praktek-praktek manajerial, ada yang berpendapat bahwa, jika
dibandingkan dengan cara amerika, cara
jepang lebih sesuai untuk organisasi-organisasi besar, penuh sesak,
dan rumit (kompleks). Nilai-nilai individulaitas dan kepuasan diri
(self-suffiency) dari budaya amerika seringkali menimbulkan
persaingan di dalam prgasnisasi. Praktek-praktek manajemen jepang
menekankan suatu proses pengambilan keputusan yang kooperatif “dari
bawah ke atas” sebagi suatu cara pokok manajemen.
Manajer
jepang adalah fasilitator, komunikator, dan peserta dalam
proses-proses keputusan kelompok.
Orang-orang amerika cenderung bersikap bebas, berwiraswasta,
bersaing, tegas, dan berorientasi pada tindakan.
Jelaslah
kedua-duanya akan mengalami perubahan
secara perlahan, sebagai jawaban atas perubahan lingkungan.
Barangkali
salah satu spek yang paling umu dibicarakan
dari berbagai budaya internasional adalah sikap dalam menggunakan
waktu. Sebgian orang besar ameika sangat menghargai waktu, terbukti
dari banyaknya jam yang teliti yang tersedia dan digunakan secara
luas, ketepatan jadwal waktu pengangkutan, dan kebutuhan yang
mendesak untuk menepati janji sesuai dengan jadwal.
PERTANYAAN DISKUSI
Hakikat
sumber daya manusia apa, yang berkaitan dengan
operasional?
Hakikat sumber daya manusia yang diperlukan untuk
bagian operasional adalah ”integrasi”.
Arti dari integrasi itu sendiri adalh penyatuan atau bisa dibilang
peleburan. Yaitu peleburan antara sumber daya manusia dan sumber daya
organisasi.
Sumber daya organisasi : sumber daya individu
(karyawan) yang dipimpin oleh satu individu
yang lain (manajer).
Integrasi organisasi : Organisasi (manajer
organisasi A) bersosialisasi dengan
organisasi yang lain (manajer organisasi B).
Kenapa
Integrasi diperlukan dalam perusahaan?
Integrasi diperlukan untuk mencapai ”produktifitas
& efektifitas” dalam perusahaan.
Produktifitas : perusahaan bisa menghasilkan
barang atau jasa sesuai dengan target yang
telah mereka rencanakan, sehingga bisa mendapat keuntungan atau laba
yang maksimal.
Efektifitas : tidak tumpang tindih antara satu
dengan yang lain, sehingga semuanya dapat
bekerja diposnya masing-masing.
Efisiensi : tidak membuang-buang biaya produksi atau bisa dibilang
hanya memakai yang diperlukan. Dengan kata lain menghemat (biaya,
waktu, SDM dll)
Hakikat
manusia menurut sudut pandang?
Psikologi sosial yang diungkapkan oleh Maslow, Mc
Gregor, Agyris,dan Hezberg.
Perilaku manusia
Ahli Etologi (sudut pandang manusia yang melihat
manusia dari sisi binatang), diungkapkan
oleh Ardrey, Ashley, dan Kafelas & Suojanen.
Budaya (segala sesuatu yang mengatur
dan mengikat kita)
Hubungan manusia di kehidupan sehari-hari?
Fisiologis: sandang,
pangan, papan.
Sosial : kebutuhan
untuk berinteraksi, cinta, kasih sayang, rasa diterima.
Egoistik : penghargaan, kekuasaan, kebasan, prestasi.