Rabu, 09 Maret 2011

Neraca Pembayaran

Pendahuluan
Tugas ke-2 dari mata kuliah Perekonomian Indonesia. Dengan judul ” Neraca Pembayaran ( Pendapatan Perkapita, GNP{Gross National Product} , GDP{Gross Domestic Product}, Inflasi, Deflasi, dll)”. Semoga postingan saya ini dapat membantu yang melihatnya dan menjadikannya refrensi.
Saya juga sebagai mahasiswa yang butuh pembelajaran dan pengalaman, serta kritik dan saran anda semua untuk menjadi lebih baik lagi.
Pembahasan
  • Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system), yaitu; tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit..
Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. Arus valuta masuk adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing, yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing, yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana.
Setiap transaksi yang masuk, entah itu credit entry (bertanda positif) ataupun debit entry (bertanda negatif) harusnya menunjukkan tanda seimbang. Kedua entry tersebut nantinya akan dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional. Jadi , total kredit dan debit dari suatu negara akan sama secara agregat, tapi walaupun begitu tentu masih ada yang namanya surplus atau debit.
  • Komponen Neraca
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu :
    • transaksi berjalan (current account)
    • neraca modal (capital account)
    • cadangan devisa negara (official reserves account)
1. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
Ø ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
Ø net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
Ø net transfer (transfer unilateral)
Meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi incomeatas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya. Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.
2. Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi danreal estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
a. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
b. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkandemand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.
3. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit
  • Ukuran-ukuran Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca pembayaran berikut :
1. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang, namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek, seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer; kebijakan moneter jangka pendek, perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. Basic balancemenekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran.
2. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca, sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan).
3. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapaiequilibrium neraca. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan, tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).
  • Pengertian Tentang Pendapatan Perkapita
Pendapatan Perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB perkapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara. Istilah kasarnya adalah ”semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.
  • Pengertian Tentang Deflasi
Deflasi adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Deflasi juga bisa didefinisikan sebagai meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Penyebab deflasi antara lain adalah :
1. Menurunnya persediaan uang di masyarakat.
2. Meningkatnya persediaan barang.
3. Menurunnya permintaan akan barang.
4. Naiknya permintaan akan uang.
Menurut saya dan sumber yang saya peroleh, ada cara untuk menanggulangi deflasi, yaitu dengan cara memberikan bantuan ekonomi langsung berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis. Pemerintah juga bisa membantu masyarakat supaya tidak terbebani oleh pajak yang tinggi dengan cara memotong pajak. Bank sentral, selaku pengawas bank yang lain juga harus membantu dengan cara meningkatkan peredaran uang di masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarnya dengan uang tunai.
Tapi semua penjelasan di atas tidaklah untuk jangka waktu yang lama, karena bila cara-cara tersebut dipakai untuk rencana jangka panjang maka akan timbul hutang yang sangat besar di sektor swasta yang merugikan pemerintah. Belum lagi pajak yang rendah akan menunda pembangunan di negara tersebut.
  • Pengertian Tentang Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus.
Inflasi digolongkan menjadi empat yaitu :
1. Inflasi ringan, yaitu kenaikan harga berada dibawah 10%.
2. Inflasi sedang, apabila harga naik hingga 10%-30%.
3. Inflasi berat, yaitu harga naik antara 30%-100% dalam kurun waktu setahun.
4. Hiperinflasi, kenaikan hrga yang tak terkendali dalam jangka waktu setahun.
Inflasi juga memiliki beberapa dampak positif dan negatif.
Dampak positif dari Inflasi adalah :
1. Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
2. Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
3. Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
4. Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil
Meski begitu, Inflasi juga menyebabkan dampak negatif, yaitu :
1. Harga barang-barang dan jasa naik.
2. Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang.
3. Menimbulkan tindakan spekulasi.
4. Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar.
5. Kesadaran menabung masyarakat berkurang.
Inflasi juga akan memunculkan pihak-pihak yang beruntung dan merugi.
Pihak yang diuntungkan adalah :
o Para pengusaha, saat belum terjadi inflasi, telah memiliki persediaan barang yang siap dijual dalam jumlah besar.
o Para pedagang, dengan terjadi inflasi digunakan untuk meningkatkan harga-harga barang dagangannya.
o Para spekulan, orang-orang atau badan usaha yang mengadakan spekulasi, dengan menimbun barang-barang sebanyak-banyaknya.
o Para peminjam, karena pinjaman telah diambil sebelum terjadi inflasi, sehingga nilai riil-nya lebih tinggi daripada sesudah inflasi terjadi.
Dan pihak yang dirugikan adalah :
o Para konsumen, karena harus membayar lebih mahal, sehingga barang yang diperoleh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya inflasi.
o Mereka yang berpenghasilan tetap, karena dengan penghasilan tetap, naiknya harga barang-barang dan jasa, mengakibatkan jumlah barang-barang dan jasa yang dapat dibeli menjadi lebih sedikit
o Para pemborong atau kontraktor, karena harus mengeluarkan tambahan biaya agar dapat menutup pengeluaran-pengeluaran yang diakibatkan terjadinya inflasi
o Para pemberi pinjaman/kreditor, karena nilai riil dari pinjaman yang telah diberikan menjadi lebih kecil sebagai akibat terjadinya inflasi.
o Para penabung, karena pada saat inflasi bunga yang diperoleh dari tabungan dirasakan lebih kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harga yang terjadi.
Kesimpulan
Kesimpulan dari postingan saya ini adalah betapa tersangkut-pautnya antara pendapatan perkapita, inflasi, dan deflasi. Seandainya deflasi atau inflasi terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam pendapatan perkapita.
Jika pendapatan perkapita tidak seimbang atau tidak stabil, maka pasti di negara tersebut terjadi banyak kemiskinan, dan kesenjangan ekonomi. Dan yang pasti, perbedaan antara si kaya dan si miskin akan sangat jauh berbeda.
Daftar Pustaka
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/08/pengertian-neraca-pembayaran.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar